Hasil Terakhir Pemilu Kada 4septmbr


“Cinta itu buta”. Kata-kata itu sering diungkapkan seseorang ketika mereka dilanda asmara, gandrung atau merasa apa yang mereka lakukan benar. Tentu atas nama cinta.

Berpuluh-puluh tahun mantra itu dipercaya. Namun, tidak satu pun yang bisa menjelaskan secara ilmiah. Ilmuan dari University College London, Inggris, telah menguji dan membuktikan mantra itu benar.

Sang ilmuan mendeteksi area otak yang diaktifkan ketika seseorang ada dalam kondisi romantis atau merasakan cinta. Di saat yang sama, aktivitas area lain otak sedang tertekan. Bagian ini memengaruhi pikiran kritis seorang manusia.

Perasaan cinta menekan aktivitas saraf yang berhubungan dengan penilaian kritis terhadap orang lain. Ketika seseorang jatuh cinta, ia kehilangan kemampuan mengkritisi orang yang dicintai. Ini yang menyebabkan seseorang sering salah mengambil keputusan ketika sedang jatuh cinta.

Menjadi buta ketika mencinta bisa karena seseorang selalu mengingat hari-hari pertama dengan pasangan. Indah, dan berjalan amat menyenangkan. Inilah yang membuat cinta itu buta.

Area otak yang diaktifkan oleh rasa cinta menghasilkan rasa euforia. Fakta ini menjelaskan kekuatan cinta romantis memotivasi kegembiraan.

  • Ini Dia Lima Calon Pemimpin Mesir yang Baru

    Dewan Tinggi Militer Mesir yang telah menerima kekuasaan dari Presiden Husni Mubarak pada Jumat malam, 11 Februari 2011, langsung membubarkan kabinet pimpinan Perdana Menteri Ahmed Shafiq. Ahmed Shafiq ditunjuk Presiden Mubarak dua pekan lalu menyusul pengunduran diri kabinet pimpinan PM Ahmed...
  • Tips Menyewa dan Memilih Mobil Untuk Mudik Lebaran

    Menjelang hari lebaran yang akan datang pasti Anda akan berpikir ulang beberapa kali untuk menyewa kendaraan untuk pulang kampung. Apalagi saat ini banyak sekali perusahaan penyedia jasa sewa mobil. Jenis mobil dan tarif sewanya pun beragam. Hanya, jangan sembarang menentukan pilihan, sebab perjalanan...